JAKARTA — PT Singaraja Putra Tbk (SINI) sedang menjalani transformasi besar-besaran dari perusahaan pengolahan kayu menjadi pemain batu bara skala menengah. Langkah ini ditempuh melalui serangkaian aksi korporasi strategis yang mengubah total lanskap bisnis perseroan.
Transformasi Bisnis: Dari Kayu ke Batu Bara
Perusahaan yang didirikan pada 2005 ini awalnya bergerak di bidang pengolahan dan perdagangan kayu, properti sewa, serta akomodasi jangka pendek. Bisnis legacy ini berbasis di Bekasi dan mengekspor ke Belanda, China, Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Korea.
Namun, sejak 2023, SINI mulai melakukan pivot ke sektor batu bara. Transformasi ini dipercepat melalui dua aksi korporasi utama:
- 30 Juni 2026: Akuisisi 99,995% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 1,73 triliun
- 15 September 2026: Divestasi 54% saham bisnis kayu (IKN) senilai Rp 31,8 miliar
Rights Issue Rp 3,6 Triliun: Penyelamat Struktur Modal
Langkah paling krusial dalam transformasi ini adalah rights issue senilai Rp 3,61 triliun yang dilakukan pada Juli 2026. Perseroan menerbitkan 721,5 juta saham baru dengan harga Rp 5.000 per saham.
| Alokasi Dana Rights Issue | Nilai |
|---|---|
| Akuisisi Kemilau Mulia Sakti (KMS) | Rp 1,53 triliun |
| Pelunasan utang dipercepat | Rp 900 miliar |
| Modal kerja | Sisanya |
Rights issue ini menjadi krusial karena ekuitas perseroan tercatat negatif Rp 676 miliar pada kuartal I-2026. Setelah transaksi, posisi ekuitas berbalik menjadi positif secara pro forma. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencabut suspensi perdagangan saham SINI pada 7 Juli 2026 setelah enam hari dihentikan.
Kinerja Keuangan Semester I 2026: Bangkit dari Rugi
Transformasi ini langsung berdampak positif pada kinerja keuangan SINI. Pada semester I 2026, pendapatan perseroan melesat 108,64% YoY menjadi Rp 389,24 miliar — tertinggi dalam periode semester I 2021-2026.
| Metrik | Sem I 2026 | Sem I 2025 | YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp 389,24 M | Rp 186,55 M | +108,64% |
| Laba Bruto | Rp 73,57 M | Rp 38,94 M | +88,93% |
| Laba Sebelum Pajak | Rp 631,41 M | – | – |
| Laba Bersih | Rp 638,26 M | -Rp 24,96 M | Bangkit |
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 638,26 miliar, berbalik dari kerugian Rp 24,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendorong utama adalah laba dari akuisisi dengan diskon senilai Rp 662,72 miliar.
Portofolio Tambang: 5 Konsesi di Kalimantan
Setelah akuisisi KMS, SINI kini menguasai lima konsesi batu bara di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dengan total sumber daya 164,1 juta ton dan cadangan yang dapat ditambang 82 juta ton.
| Konsesi | Target Produksi |
|---|---|
| Cristian Eka Pratama (CEP) | 2,2 juta ton (2026), naik ke 5 juta ton (2028) |
| Persada Kapuas Prima (PKP) | 1,5 juta ton (2026) |
| Pasir Bara Prima (PBP) | 0,9 juta ton (2026) |
| Pesona Bara Cakrawala (PBC) | 6 juta ton (2031) |
| Cakrawala Bara Persada (CBP) | 1 juta ton/tahun (2027) |
Total produksi batu bara SINI diproyeksikan mencapai 14,4 juta ton pada 2031, dengan CAGR lima tahun sebesar 43,1%.
Risiko dan Peluang
Peluang
- Produksi batu bara tumbuh dari 2,4 juta ton ke 14,4 juta ton (2031)
- Struktur modal sudah positif setelah rights issue
- Potensi takeover oleh CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) yang bisa mempercepat integrasi dengan PTRO
- Valuasi masih murah dibandingkan emiten batu bara sejenis
Risiko
- Harga batu bara global yang fluktuatif
- Kebutuhan pendanaan besar untuk ekspansi produksi
- Risiko eksekusi operasional di lima konsesi
- Ketergantungan pada kesiapan operasional masing-masing proyek
Kesimpulan
SINI adalah cerita turnaround yang menarik. Transformasi dari bisnis kayu yang tidak menguntungkan menjadi pemain batu bara skala menengah menunjukkan perubahan strategi yang radikal. Dengan produksi yang ditargetkan tumbuh 43,1% per tahun hingga 2031, SINI memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan — meski tetap dibayangi risiko eksekusi dan volatilitas harga komoditas.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.



