IHSG Anjlok 2,59% ke Bawah 6.000, Terendah dalam 3 Bulan: Asing Justru Net Buy Rp 128 Miliar

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan koreksi dalam pada perdagangan Senin (12/10/2026). Indeks ditutup ambruk 2,59% atau setara 157,61 poin ke level 5.936,15 — menembus batas psikologis 6.000 untuk pertama kalinya sejak 10 Juli 2026 atau tiga bulan terakhir.

Pelemahan ini memperpanjang tren bearish IHSG yang sudah berlangsung cukup lama. Dalam 21 hari perdagangan terakhir, indeks hanya menguat 6 kali dan berakhir merah 15 kali. Secara year-to-date, IHSG sudah merosot 31,35% — koreksi yang jauh melampaui wajar.

Semua Sektor Merah, Energi Paling Terpukul

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan seluruh 11 sektor saham (IDX-IC) ditutup di zona merah tanpa kecuali. Sektor energi menjadi yang paling dalam koreksinya dengan penurunan 5,88%, disusul sektor perindustrian (-5,20%) dan infrastruktur (-4,72%).

  • Energi: -5,88% (terdalam)
  • Perindustrian: -5,20%
  • Infrastruktur: -4,72%
  • Transportasi & Logistik: -3,44%
  • Barang Baku: -2,96%
  • Teknologi: -2,88%
  • Keuangan: -0,98%

Saham-Saham Penekan IHSG

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi kontributor negatif terbesar dengan pelemahan 14,60% dan sumbangan -15,72 poin. Disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang ambles 11,48% dengan kontribusi -12,04 poin.

SahamPenurunanKontribusi
DSSA-14,60%-15,72 poin
BREN-11,48%-12,04 poin
BBCA-1,65%-9,11 poin
TPIA-10,15%-8,63 poin
BYAN-4,03%-7,78 poin
CUAN-14,94%-5,55 poin
GOTO-10,00%-5,54 poin

Asing Justru Net Buy Rp 128 Miliar

Di tengah derasnya aksi jual, ada satu fakta menarik: investor asing justru mencatat net buy (beli bersih) sebesar Rp 128,29 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, net buy asing mencapai Rp 81,10 miliar.

Saham yang paling diburu asing adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan net buy Rp 134,3 miliar, meski harganya justru anjlok 10% ke Rp 27. Disusul BBRI (Rp 80,3 miliar) dan ASII (Rp 79,3 miliar). Sementara yang paling banyak dilepas asing adalah BMRI (net sell Rp 78,7 miliar), BBCA (Rp 55,9 miliar), dan BUMI (Rp 52,5 miliar).

Penjelasan Bos BEI

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, buka suara soal koreksi tajam ini. Menurutnya, penurunan IHSG bukan karena faktor fundamental emiten, melainkan sentimen global dan aksi profit taking investor asing yang bersifat sementara.

“Kami terus memantau perkembangan pasar. Fundamental emiten-emiten kita masih solid. Yang terjadi saat ini adalah tekanan jangka pendek dari faktor eksternal,” ujar Jeffrey dalam keterangan resminya.

Prospek dan Strategi Investor

Meski IHSG berada di level terendah 3 bulan, beberapa analis melihat ini sebagai peluang akumulasi. Valuasi saham-saham blue chip sudah sangat menarik — BBCA di P/E 18x, BBRI di 9x, BMRI di 8x.

  • Investor Konservatif: Tunggu konfirmasi reversal di atas 6.100 sebelum masuk
  • Investor Moderat: Akumulasi bertahap di saham bank big cap (BBCA, BBRI, BMRI)
  • Investor Agresif: Manfaatkan volatilitas untuk trading jangka pendek

Kunci utama: jangan panik, tetap disiplin dengan rencana trading, dan selalu gunakan stop loss.

Related Post