Analisa Saham BMRI (Bank Mandiri): Laba Rekor Rp45,5 T di Tengah Tekanan NIM

TRIMARKETA.ID – JAKARTA. Bank Mandiri menutup sembilan bulan pertama 2026 dengan laba bersih Rp45,53 triliun, naik 20,68% YoY — tertinggi dalam lima tahun terakhir. Namun di balik rekor itu, pendapatan bunga bersih turun 10,23% menjadi Rp70,52 triliun. Ini adalah penurunan pendapatan pertama sejak 2022, sinyal bahwa era suku bunga tinggi yang menguntungkan perbankan mulai bergeser.

Tabel 1: Laba Rugi Konsolidasi (9M 2026 vs 9M 2025)

Pos9M 20269M 2025Δ YoY
Pendapatan bunga bersih (NII)Rp70,52 TRp78,56 T-10,23%
Pendapatan non-bunga~Rp32 T~Rp28 T+14,3%
Beban operasional~Rp39 T~Rp39,6 T-1,6%
Laba operasional~Rp63,5 T~Rp66,9 T-5,1%
Laba bersihRp45,53 TRp37,73 T+20,68%
EPS (dasar)~Rp488~Rp405+20,5%
Sumber: Databoks/Katadata, diolah

Membaca angka: Penurunan NII 10,23% adalah tekanan nyata. Tapi laba bersih justru naik 20,68% — artinya ada tiga penyelamat: (1) pendapatan non-bunga tumbuh 14,3% (treasury +40% YoY, recurring fee +13% YoY), (2) beban operasional turun 1,6%, dan (3) faktor non-operasional yang menguntungkan.

Tabel 2: Neraca (30 Sep 2026 vs 31 Des 2025)

Pos30 Sep 202631 Des 2025Δ
Total AsetRp2.588,30 TRp2.830 T-8,54%
LiabilitasRp2.285,50 T~Rp2.527 T-9,6%
EkuitasRp302,80 T~Rp303 T-0,1%
DPK~Rp1.750 T~Rp1.850 T-5,4%
Kredit (net)~Rp1.650 T~Rp1.720 T-4,1%
Sumber: Databoks/Katadata, estimasi

Insight neraca: Total aset turun 8,54% — bukan hal biasa untuk bank besar. Penurunan aset menunjukkan konsolidasi neraca: BMRI tampak mengurangi eksposur kredit dan meningkatkan likuiditas. Bagi investor, ini bisa dibaca sebagai kehati-hatian manajemen menghadapi risiko kredit.

Tabel 3: Rasio Kunci & Kualitas Aset

Rasio9M 20269M 2025Keterangan
NPL gross1,0%1,0%Stabil
LaR (Loan at Risk)6,8%~6,1%Naik 74 bps QoQ, eksposur konstruksi BUMN Rp13–14 T
CIR38%43,8%Turun 580 bps — efisiensi
CoC0,7%~0,5%Naik — biaya risiko meningkat
CASA70,6%~69,2%Naik — dana murah membaik
Coverage LaR35,1%40,5%Turun — bantalan menipis
Sumber: BRI Danareksa via CNBC Indonesia

Analisis risiko: NPL stabil di 1% adalah kabar baik. Tapi LaR naik ke 6,8% dan coverage turun ke 35,1% — artinya bantalan pencadangan menipis. Jika eksposur konstruksi BUMN memburuk, BMRI mungkin perlu menambah pencadangan, yang bisa menekan laba kuartal berikutnya.

Kesimpulan

BMRI adalah saham perbankan berkualitas dengan laba rekor, CASA kuat, dan efisiensi membaik. Tapi kenaikan laba didorong oleh faktor non-bunga dan efisiensi, bukan pertumbuhan kredit. Dengan target BRI Danareksa Rp6.400 (PBV wajar 1,9x), BMRI cocok untuk investor yang mencari stabilitas perbankan besar, dengan catatan memantau LaR dan coverage ratio di kuartal IV.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan rekomendasi investasi. Selalu lakukan riset mandiri.

Related Post