JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih mendapat tekanan pada perdagangan Senin (19/10/2026) setelah anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada Jumat lalu. Meski demikian, analis tetap menyodorkan saham-saham pilihan dengan katalis kuat.
Rekomendasi MNC Sekuritas
| Saham | Rekomendasi | Target Price | Stoploss |
|---|---|---|---|
| ASII | Trading Buy | Rp 4.320, Rp 4.420 | Below Rp 3.920 |
| TLKM | Buy on Weakness | Rp 1.980, Rp 2.100 | Below Rp 1.730 |
| UNTR | Buy | Rp 23.450, Rp 23.900 | Below Rp 21.900 |
MNC Sekuritas menilai IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji 5.021-5.120 sebelum berpotensi menguat ke 5.397-5.514. Support di 5.063 dan 4.962, resistance di 5.318 dan 5.607.
Rekomendasi BRI Danareksa
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mencermati level support psikologis di 5.000, kemudian 4.800 jika tekanan jual berlanjut. Resistance awal di 5.200-5.300.
“Untuk trading jangka pendek, kami menyarankan menunggu tekanan jual mereda sebelum masuk pasar. Namun, koreksi ini juga bisa menjadi opportunity untuk mencermati saham dengan fundamental bagus dan dividend yield tinggi,” ujar Reza.
Rekomendasi Herditya Wicaksana (MNC)
- ASII: Rp 4.320-Rp 4.420
- INCO: Rp 3.840-Rp 4.190
- TLKM: Rp 1.980-Rp 2.100
Sentimen yang Perlu Dicermati
- Kepastian MSCI (konsultasi hingga 30 April 2027, keputusan Juni 2027)
- Inflasi AS 3,7% (masih jauh dari target The Fed)
- PPI AS naik 1,3% MoM
- Konflik Timur Tengah (Houthi vs Arab Saudi)
- Pelemahan rupiah mendekati Rp 18.000/USD
Kesimpulan
Di tengah ketidakpastian, investor perlu selektif memilih saham dengan fundamental kuat dan dividend yield tinggi. ASII, TLKM, UNTR, dan INCO menjadi pilihan analis dengan target harga yang jelas.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.



