JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan koreksi tajam pada perdagangan sesi pertama Kamis (15/10/2026). IHSG turun 2,16% atau setara 128,3 poin ke level 5.814,72 — melanjutkan tren bearish yang sudah berlangsung sejak awal Oktober.
Yang menarik, di tengah derasnya aksi jual, investor asing justru mencatatkan net buy (beli bersih). Beberapa saham blue chip menjadi target akumulasi asing, menandakan adanya peluang yang dilihat di tengah koreksi.
Data IHSG Sesi I 15 Oktober 2026
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| IHSG Sesi I | 5.814,72 |
| Perubahan | -2,16% (-128,3 poin) |
| Net Buy Asing | Positif |
| Saham Naik | Minoritas |
| Saham Turun | Mayoritas |
Saham yang Diborong Asing
Berdasarkan data perdagangan, beberapa saham menjadi target net buy asing di tengah koreksi:
- BBRI — Bank Rakyat Indonesia, dividend yield tinggi
- BMRI — Bank Mandiri, valuasi murah
- BBCA — Bank Central Asia, safe haven
- TLKM — Telkom Indonesia, bisnis stabil
- ASII — Astra International, diversifikasi kuat
Penyebab Koreksi
- Sentimen global: Bursa Asia-Pasifik bergerak mixed, tensi geopolitik masih tinggi
- Profit taking: Investor merealisasikan keuntungan setelah rally sebelumnya
- Kekhawatiran MSCI: Isu freeze saham Indonesia masih belum selesai
- Tekanan eksternal: Kebijakan The Fed dan kekhawatiran resesi
Strategi Investor
- Konservatif: Tunggu konfirmasi reversal di atas 6.000
- Moderat: Akumulasi bertahap di saham blue chip
- Agresif: Manfaatkan volatilitas untuk trading jangka pendek
- Jangka Panjang: Ini momentum akumulasi terbaik dalam 3 bulan
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.



