Analisa ISAT: Laba Melonjak 37%, Tapi Kualitas Laba Perlu Dicek

TRIMARKETA.ID – JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat laba bersih Rp4,92 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 37,05% YoY. Pendapatan mencapai Rp45,75 triliun (+11,15% YoY), ditopang segmen seluler dan MIDI. ARPU naik dari ~Rp39.000 ke Rp46.000.

Tapi Ada Catatan Penting

Pertumbuhan laba 37% ini perlu dicermati. Menurut analis Panin Sekuritas, sebagian laba berasal dari keuntungan non-recurring transaksi monetisasi FiberCo. Jika dinormalisasi, pertumbuhan laba bersih hanya sekitar 10,6% YoY.

Yang lebih mengkhawatirkan: laba inti Q3 anjlok 48,1% YoY menjadi Rp646 miliar, dan EBITDA Q3 turun 0,7% YoY menjadi Rp6,4 triliun. Margin EBITDA turun ke 42,7%.

Katalis ke Depan

Bisnis AI Cloud diproyeksikan mencapai US$100 juta pada 2026, dan platform Indosat Intelligence Suite ditargetkan US$100 juta run rate pada 2028. Ekspansi 5G juga menjadi katalis jangka panjang.

Rekomendasi

BRI Danareksa merekomendasikan Buy dengan target Rp4.400. Tapi ISAT juga masuk top losers sepekan (-19,51%).

Untuk trader: Bedakan antara laba akuntansi dan laba operasional. Momentum bisa dimanfaatkan, tapi waspadai koreksi jika pasar menyadari kualitas laba.

Related Post