Aksi Korporasi Emiten Oktober 2026: BYAN Diakuisisi Haji Isam Rp 26 Triliun, BSI Rights Issue, PTRO Rights Issue, ADHI Divestasi Rp 1,8 T

JAKARTA — Bulan Oktober 2026 menjadi periode yang sibuk untuk aksi korporasi di pasar modal Indonesia. Dari akuisisi strategis, rights issue, hingga divestasi aset — para emiten gencar melakukan ekspansi dan konsolidasi. Trimarketa merangkum aksi korporasi utama yang wajib diketahui investor.

1. BYAN — Haji Isam Caplok 30,25% Saham Senilai Rp 26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengungkapkan aksi korporasi antara dua konglomerat: pemilik BYAN, Dato’ Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low, dengan entitas milik Haji Isam, yaitu PT Jhonlin Baratama[citation:15].

ItemDetail
Jumlah Saham10.084.088.370 lembar
Persentase30,25%
Harga TransaksiRp 2.588 per saham
Tanggal Transaksi8 Oktober 2026

Manajemen BYAN menegaskan tidak ada perubahan terhadap rencana pengembangan usaha perseroan. Perseroan akan tetap berfokus pada keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha utamanya.

2. BSI — Rights Issue untuk Perkuat Pembiayaan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Tujuan utamanya adalah memperkuat kapasitas pembiayaan sekaligus memenuhi ketentuan minimum free float[citation:15].

ItemDetail
Saham Baru6,8 miliar lembar
NominalRp 500 per saham
RUPSLB6 November 2026
Free Float Saat Ini9,9%

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyebutkan pembiayaan BSI tumbuh agresif 16,21% YoY mencapai Rp 344 triliun hingga Agustus 2026. DPK tumbuh 17,71% YoY menjadi Rp 389 triliun.

3. PTRO — Rights Issue Maksimal 170 Juta Saham

Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), mengumumkan akan menggelar rights issue dengan menerbitkan maksimal 170 juta saham baru atau setara 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor[citation:15].

Dana dari rights issue akan digunakan untuk modal kerja proyek-proyek rekayasa dan konstruksi. RUPSLB dijadwalkan pada 23 November 2026. Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimal 1,66%.

4. ADHI — Divestasi Rp 1,8 Triliun

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan divestasi dengan melepas seluruh 47,18% kepemilikan sahamnya di PT Jasa Marga Jogja Solo kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 1,8 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari arahan Danantara untuk memperkuat portofolio bisnis dan likuiditas perusahaan[citation:15].

5. ANTM — Realisasi Eksplorasi Rp 134,39 Miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merealisasikan biaya eksplorasi sebesar Rp 134,39 miliar hingga kuartal ketiga 2026. Eksplorasi difokuskan pada komoditas emas di Pongkor Jawa Barat, nikel di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara, serta boksit di Kalimantan Barat[citation:15].

6. ARKO — Bentuk Entitas Anak Baru

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) membentuk entitas anak usaha baru bernama PT Arkora Mentari Nusantara (AMN) pada 7 Oktober 2026 melalui PT Arkora Tenaga Matahari dengan modal disetor awal Rp 2,5 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis energi baru terbarukan[citation:15].

Dampak ke Investor

Aksi KorporasiDampakStrategi
Akuisisi BYANPerubahan kepemilikan, potensi sinergiPantau integrasi pasca-akuisisi
Rights Issue BSIDilusi, penguatan modalIkut jika yakin pertumbuhan berlanjut
Rights Issue PTRODilusi kecil (1,66%)Ikut jika prospek proyek cerah
Divestasi ADHILikuiditas naik, fokus bisnisPositif untuk efisiensi
Eksplorasi ANTMPotensi cadangan baruJangka panjang positif

Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

Related Post