JAKARTA — Nama Andry Hakim kembali menjadi sorotan setelah aksinya bersama Gabriel Rey memborong 20% saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK)[citation:5]. Namun, di balik aksi tersebut, ada perubahan strategi besar-besaran yang dilakukan investor muda ini.
Dari Konglo ke Blue Chip: Sebuah Transformasi
Andry Hakim selama ini dikenal sebagai investor yang menanamkan modal di saham-saham konglomerat (konglo). Salah satu saham konglo multibaggernya adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) milik Agung Sedayu Group[citation:3].
Namun, sejak akhir 2025, Andry mengaku telah mengubah gaya berinvestasi. Pemicunya adalah kerugian besar di beberapa saham konglo:
- CDIA: Cut loss Rp 25 miliar
- COIN: Kerugian hampir Rp 15 miliar
- RMKE: Gagal masuk MSCI, harga jatuh
- KARW: Kerugian
“Kita tidak mungkin untung terus. Ada juga saya yang gagal. Saya gagal dulu di KARW. Terus RMKE. Itu dua yang terakhir. Jadi saya merasa, aduh susah ya tidak ada kontrol,” ujar Andry[citation:13].
Strategi Baru: Anchor di Blue Chip, Cari Cuan di Konglo
Andry kini menerapkan strategi “anchor”. Sebagian besar modalnya ditaruh di saham blue chip yang memberikan dividen sebagai jangkar, sementara sebagian kecil untuk saham konglo demi capital gain.
“Jadi sekarang saya sudah mulai main aman. Sebagian saya taruh di blue chip buat anchor, jangkarnya. Jadi kalau ada ombak, kapal saya enggak bergerak karena kapal saya sudah ada jangkarnya di blue chip. Buat cari uang yang banyaknya, saya carinya di saham-saham konglo ini,” jelasnya[citation:3].
Portofolio Andry Hakim 2026
| Saham | Kepemilikan | Nilai (estimasi) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| CBRE | 5,02% (228 juta saham) | ~Rp 186,8 miliar | Pelayaran, sudah dipegang lama |
| RMKO | 2,4% (30 juta saham) | ~Rp 21,75 miliar | Kontraktor tambang |
| SOTS | 3,96% (39,6 juta saham) | ~Rp 36 miliar | Emiten tekstil |
| TRUK | 5% (21,75 juta saham) | ~Rp 9,3 miliar (beli di Rp 428) | Logistik, baru diakuisisi |
| BMRI | ~30 juta saham | ~Rp 150 miliar | Blue chip anchor, dividen interim Rp 3 miliar |
BMRI: Anchor Andry Hakim
Andry secara terbuka mengungkapkan kepemilikannya di BMRI. Ia pernah memperlihatkan dividen interim Rp 3 miliar dari kepemilikan 30 juta saham BMRI atau sekitar Rp 150 miliar[citation:3].
BMRI adalah pilihan logis untuk strategi anchor. Dividend yield 11,4%, valuasi murah (PER 7,36x), dan laba tumbuh 24,4% YoY. Di tengah badai MSCI, BMRI justru menjadi salah satu saham yang paling diburu untuk dividennya.
TRUK: Spekulasi Terbaru
Akuisisi TRUK bersama Gabriel Rey adalah bagian dari strategi “cari cuan di konglo/small cap”. Andry membeli di Rp 428, dan sekarang harga sudah Rp 3.220 — kenaikan lebih dari 650%!
Ini menunjukkan bahwa meski sudah beralih ke blue chip, Andry masih sangat jago dalam memilih saham spekulatif dengan katalis kuat.
Pelajaran dari Portofolio Andry Hakim
- Jangan All-In di Spekulasi: Andry rugi puluhan miliar di CDIA dan COIN, tapi selamat karena punya anchor di BMRI.
- Anchor di Blue Chip Dividen: BMRI memberikan dividen Rp 3 miliar (interim) yang menjadi cash flow stabil.
- Kontrol adalah Kunci: Andry kini memilih saham di mana ia bisa punya bargaining power (5-10% kepemilikan).
- Fleksibel: Jika blue chip murah, beli. Jika konglo jatuh, akumulasi.
- Disiplin Cut Loss: Andry tidak ragu cut loss Rp 25 miliar di CDIA.
Kesimpulan: Portofolio Cermin Investor Cerdas
Portofolio Andry Hakim mencerminkan evolusi investor yang matang. Dari yang awalnya agresif di konglo, kini ia mengombinasikan anchor blue chip (BMRI) dengan spekulasi terukur (CBRE, RMKO, SOTS, TRUK).
Bagi investor ritel, strategi ini patut dicontoh: jangan taruh semua telur di satu keranjang. Miliki anchor yang stabil, dan sisihkan sebagian kecil untuk peluang pertumbuhan tinggi.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.



