JAKARTA — Meski IHSG ambruk 10,4% akibat badai MSCI, para analis sekuritas tidak kehabisan akal. Mereka justru menyodorkan deretan saham yang dianggap kebal terhadap tekanan atau memiliki katalis pertumbuhan yang kuat. Trimarketa merangkum rekomendasi dari Ciptadana Sekuritas, Ajaib Sekuritas, dan CNBC Indonesia.
1. ARTO — Bank Jago Tbk (Ciptadana)
Riset teknikal Ciptadana Sekuritas menyoroti ARTO sebagai pilihan trading jangka pendek. Saham bank digital ini memiliki likuiditas tinggi dan sering menjadi target spekulasi saat pasar volatile.
- Rekomendasi: Trading Buy
- Fokus: Jangka Pendek
2. CPIN — Charoen Pokphand Tbk (Ciptadana)
Sebagai emiten consumer staples, CPIN dianggap defensif di tengah krisis. Permintaan ayam dan pakan ternak relatif tidak terpengaruh oleh sentimen makro MSCI.
3. MYOR — Mayora Indah Tbk (Ciptadana)
MYOR adalah salah satu emiten consumer goods paling tangguh. Produk seperti Kopiko dan Beng Beng memiliki pasar ekspor yang kuat, sehingga pendapatannya tidak sepenuhnya bergantung pada ekonomi domestik.
4. UNVR — Unilever Indonesia Tbk (Ajaib)
Ajaib Sekuritas merekomendasikan UNVR untuk perdagangan 15 Oktober. Meski sedang menghadapi tantangan daya beli, UNVR memiliki pangsa pasar yang sangat besar di sektor home & personal care.
5. AUTO — Astra Otoparts Tbk (Ajaib)
Saham suku cadang otomotif ini diuntungkan oleh pelemahan rupiah karena sebagian produknya berorientasi ekspor. Selain itu, penjualan kendaraan bermotor secara nasional masih tumbuh.
Analisa Trimarketa: Mengapa Saham Konsumer?
Dalam situasi krisis kepercayaan seperti sekarang, investor cenderung beralih ke saham yang memberikan kepastian. Emiten consumer goods dan kesehatan adalah pilihan utama karena:
- Inelastis: Masyarakat tetap butuh makan dan produk rumah tangga, bahkan saat ekonomi sulit.
- Dividen Stabil: Perusahaan seperti UNVR dan MYOR memiliki rekam jejak membagi dividen yang konsisten.
- Kepemilikan Domestik Tinggi: Saham konsumer umumnya memiliki porsi kepemilikan asing yang lebih rendah, sehingga tidak terlalu terpapar risiko outflow.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.



