JAKARTA — Empat bank terbesar Indonesia — BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI — menjadi korban utama dari badai MSCI yang melanda pasar saham Indonesia pada Jumat (16/10/2026).
Dampak MSCI ke Sektor Perbankan
Mirae Asset Sekuritas menyoroti saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi kelompok yang paling berisiko terdampak reklasifikasi MSCI. “Prioritaskan saham dengan kepemilikan domestik lebih besar dan risiko arus dana indeks yang lebih rendah,” ujar analis Wilbert Arifin.
BBCA: Kualitas Premium di Harga Diskon
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga | Rp 5.175 (-14,81%) |
| ROE 2026F | 20,88% |
| Dividend Yield | 5,24% |
BBRI: Dividend Yield 11%
BBRI turun 14,84% ke Rp 2.640. Dengan dividend yield 11%, saham ini menjadi pilihan utama untuk dividend hunter. Fokus pada segmen UMKM membuat bank ini resilient.
BMRI: Laba Tumbuh 24%
BMRI mencatat pertumbuhan laba bersih 24,4% YoY menjadi Rp 30,4 triliun di semester I-2026. Valuasi murah dengan PER 7,36x.
BBNI: Valuasi Paling Murah
BBNI turun 12,90% ke Rp 2.970. Bank BUMN ini menawarkan valuasi paling murah di antara bank besar, dengan PBV di bawah 1x.
Kesimpulan
Di tengah badai MSCI, saham perbankan menawarkan valuasi yang sangat menarik. Namun, investor perlu mencermati risiko outflow asing yang masih berlanjut.



