JAKARTA — Meski IHSG meninggalkan level psikologis 6.000 dan masih tertahan di bawahnya, para analis sekuritas tetap menyodorkan deretan saham pilihan yang layak dicermati. Trimarketa merangkum 5 saham dengan katalis kuat dan fundamental solid.
1. BBRI — Dividend Yield 11%
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga | ~Rp 4.500 |
| Dividend Yield | 11,0% |
| Forward PE 2026 | 8,14x |
| ROE 2026F | 18,27% |
BBRI adalah pilihan utama untuk dividend hunter. Fokus pada segmen UMKM membuat bank ini resilient di berbagai kondisi ekonomi. Rekomendasi CNBC Indonesia: BUY dengan target Rp 5.000-5.200.
2. BMRI — Laba Tumbuh 24%
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga | ~Rp 4.010 |
| Dividend Yield | 11,4% |
| Forward PE 2026 | 7,36x |
| ROE 2026F | 18,70% |
BMRI mencatatkan pertumbuhan laba bersih 24,4% YoY menjadi Rp 30,4 triliun di semester I-2026. Transformasi digital Livin’ by Mandiri mendorong efisiensi operasional.
3. BBCA — Safe Haven
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga | Rp 5.950 |
| Dividend Yield | 5,24% |
| Forward PE 2026 | 13,04x |
| ROE 2026F | 20,88% |
BBCA tetap menjadi safe haven dengan fundamental terkuat di sektor perbankan. Laba bersih Rp 29,5 triliun di semester I-2026, tumbuh 1,8% YoY.
4. TLKM — Bisnis Stabil
TLKM memiliki bisnis monopolistic di segmen Fixed Broadband melalui Indihome dan dominasi Telkomsel. Efisiensi pasca penggabungan unit bisnis meningkatkan Free Cash Flow. Dividend yield 4,5-5,5%.
5. ASII — Diversifikasi Kuat
ASII memiliki 7 lini bisnis utama yang saling melengkapi (siklikal vs defensif). Buyback Rp 8 triliun dan payout ratio 45-50% menjadi katalis. Laba inti semester I-2026 diperkirakan Rp 13,5 triliun.
Rangkuman Rekomendasi
| Saham | Yield | Target Harga | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| BBRI | 11,0% | Rp 5.000-5.200 | BUY |
| BMRI | 11,4% | Rp 4.500-4.800 | BUY |
| BBCA | 5,24% | Rp 6.050-6.100 | BUY |
| TLKM | 4,5-5,5% | Rp 3.500-3.800 | BUY |
| ASII | 6-7% | Rp 5.200-5.400 | ACCUMULATE |
Strategi Trimarketa
- Jangka Pendek: Trading di saham dengan katalis kuat, stop loss ketat
- Jangka Menengah: Akumulasi bertahap di saham dividend yield tinggi
- Jangka Panjang: Fokus pada fundamental, jangan ikut emosi pasar
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.



